02 June 2008

MINYAK OH MINYAK…






Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Hal Ehwal Pengguna, Datuk Shahrir Abdul Samad hari ini membayangkan harga minyak petrol dan diesel akan naik mulai Ogos depan.

"Ia akan berlaku. Harga petrol akan naik, saya fikir mungkin dalam Ogos tahun ini apabila sistem subsidi diberi penstrukturan semula," katanya.

Kenaikan harga minyak itu selari dengan penstrukturan mekanisme baru skim subsidi minyak yang dinikmati rakyat kini.

Jadi…adakah kita semua dah bersedia dengan kenaikan harga minyak kali ni ? Bila harga minyak naik secara logiknya harga barang akan naik…Nak angkut beras,minyak, gula tepung dan barang keperluan lain mesti guna lori…nak gerakkan lori kena isi minyak. Lainlah kalau lori guna air paip atau air laut…Tak logik kalau ada orang kata harga barang tak naik bila harga minyak naik. Apabila kerajaan mengumumkan kenaikan gaji kakitangan awam tak lama dulu ramai yang gembira serta bertepuk dan bersorak. Saya dan isteri mendapat kenaikan kira –kira sebulan gaji seorang supervisor kilang…banyak tu…Tetapi kami sedikit pun tidak merasa gembira…Tidak berterima kasih ? Tidak bersyukur ? Renungkanlah sendiri…

kalau 3 tahun dulu budget RM 400 boleh isi minyak untuk sebulan tapi kini RM 600...

Kalau 3 tahun dulu kos barang keperluan harian RM 500 sebulan kini RM 1000..pun tak cukup

Kalau 3 tahun dulu RM 100 boleh beli lauk di pasar untuk 2 minggu…sekarang paling kurang RM 100 seminggu…

Itu baru kos yang besar – besar yang Nampak…belum yang lain – lain lagi…

Apa yang paling penting di sini…kebijaksanaan kita dalam menguruskan kewangan….mengeluh tak menyelesaikan masalah…marah – marah hanya menambah stress je… silap haribulan bertambah lagi kos untuk mendapat rawatan darah tinggi…lemah jantung dan lain – lain…Di sini saya nak menurunkan formula sebelum kita membeli atau berbelanja terhadap sesuatu cuba kita tanya pada diri kita sendiri 4 soalan berikut : Adakah duit yang kita hendak gunakan untuk berbelanja atau beli sesuatu termasuk dalam kategori mana :

  1. Penting dan mendesak (bayar bil, hutang kad kredit, ansuran kereta, sewa rumah, susu anak, barang dapur ..??? )
  2. Penting tetapi tidak mendesak ( beli rumah,simpanan, pelaburan, kereta baru, insurans, pakaian baru??? )
  3. Tak penting tetapi mendesak ( Rawatan perubatan, top up, bayar pinjaman pelajaran, bagi mak dan ayah di kampung ??? )
  4. Tak penting dan tak mendesak ( telefon baru, aksesori tambahan, melancong, makan di luar ??? )


     

BERINTERAKSI MENURUT ISLAM

Begitu banyak buku-buku popular mengenai pengembangan diri, seperti karangan Dale Carnegie 'How to Win Friends & Influence People' atau John C. Maxwell '25 Ways To Win With People' atau Stephen R. Covey dengan 'The 7 Habits of Highly Effective People' atau berbagai terbitan Gramedia lainnya seperti 'Cara memperingkatkan kemahiran Komunikasi Anda'.

Bagaimana cara 'hidup lebih baik' dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain di sekitarnya, begitulah ungkapan yang disampaikan. Bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain, mengasah kepekaan emosional, bertoleransi, selalu bersikap positif, tips-tips mendapat dan mempengaruhi teman, cara berkomunikasi yang baik, memahami lebih dahulu, dan sebagainya.

Menariknya, Islam sebagai agama yang sempurna, sudah mengajarkan semua itu, dengan Rasulullah SAW sebagai model utamanya. "Innama bu'itstu liutammima makaarimal akhlaq" - "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq", demikian sabda Rasulullah SAW. Akhlaq dalam seluruh bidang kehidupan. Bagaimana berinteraksi dengan orang tua, dengan sanak keluarga, dengan tetangga, dan seterusnya. Rasulullah SAW mengajar bagaimana cara berinteraksi dengan sesama muslim juga.

Pertama, mencintai muslim lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri:
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampailah dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri" (HR. Bukhari & Muslim)

Menyukai apa yang disukai muslim lain sebagaimana dirinya menyukai apa yang dia sukai, dan membenci apa yang dibenci muslim lain sebagaimana dirinya membenci apa yang dia benci:
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur" (HR. Bukhari & Muslim)

Seorang muslim itu tidak menyakiti muslim lain dengan perbuatan atau perkataan:
"Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lidah dan tangannya" (HR. Bukhari & Muslim)

Hendaklah bersikap tawaduk kepada setiap muslim dan tidak sombong kepadanya:
"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku hendaklah kamu tawaduk sehingga tidak ada orang yang membanggakan diri kepada yang lain" (HR. Abu Dawud & Ibnu Maajah)

Tidak menyampaikan berita atau mengadu domba kepada sebahagian yang lain tentang apa yang didengarnya daripada sebahagian yang lain:
"Tidak akan masuk Syurga orang yang suka mengadu domba" (HR. Bukhari & Muslim)

Apabila marah kepada seseorang, maka tidak boleh menghindarinya lebih dari tiga hari:
"Tidak boleh seorang muslim menghindari saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya saling bertemu lalu saling berpaling. Sebaik-baik orang di antara keduanya adalah orang yang memulai mengucapkan salam" (HR. Bukhari & Muslim)

Melakukan kebaikan kepada setiap muslim semampunya dengan tidak membezakan antara keluarga dan yang bukan keluarga:
"Abu Hurairah ra berkata bahawa Rasulullah SAW tidak pernah berbicara dengan seseorang melainkan beliau menghadapkan wajahnya ke wajah teman bicaranya lalu Rasulullah SAW tidak akan berpaling dari wajah seseorang sebelum dia selesai berbicara" (HR. Ath-Thabrani)

Tidak masuk ke rumah muslim lain tanpa meminta izin. Jika sampai tiga kali tidak diizinkan, maka harus kembali (pulang):
"Meminta izin itu tiga kali. Yang pertama untuk menarik perhatian tuan rumah, kedua memperbaiki, dan ketiga agar memberi izin atau menolak" (HR. Bukhari & Muslim)

Menghormati orang tua dan menyayangi anak-anak:
"Tidak termasuk dalam golongan kami orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak menyayangi anak kecil" (HR. Bukhari & Abu Dawud)

Selalu memberikan kegembiraan, bermuka manis, dan bersikap lembut kepada semua muslim:
"Tahukah kamu kepada siapa api neraka diharamkan?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui". Lalu Nabi SAW bersabda, "Kepada orang yang lemah lembut, yang selalu memudahkan, dan selalu dekat (akrab)" (HR. Tirmidzi)

Janganlah berjanji kecuali bermaksud menepatinya:
"Ciri-ciri orang yang munafik itu terbahagi kepada tiga; apabila berbicara dia berdusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila diberi amanah dia berkhianat" (HR. Bukhari & Muslim)

Bersikap adil dan tidak melakukan sesuatu kepada muslim lain kecuali apa yang ia sukai untuk diperlakukan kepada dirinya sendiri:
"Siapa yang ingin dijauhkan dari api Neraka dan masuk Syurga maka hendaklah dia mati dalam keadaan mengucap bahawa Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan hendaklah dia memperlakukan orang lain dengan sesuatu yang disukainya jika dilakukan pada dirinya" (HR. Muslim)

Mendamaikan sesama muslim yang bersengketa jika menemukan jalan (penyelesaian) ke arah itu:
"Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara kamu kerana sesungguhnya Allah akan memperbaiki hubungan di antara orang-orang beriman di Hari Kiamat" (HR. Al-Hakim)

Menutup aib setiap muslim:
"Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat" (HR. Muslim)

Menghindari tempat-tempat yang boleh mendatangkan fitnah demi untuk menjaga hati orang lain agar tidak berburuk sangka dan juga untuk menjaga lidah mereka agar tidak mengumpat:
Diriwayatkan daripada Anas bin Malik ra bahawasanya Rasulullah SAW berbicara dengan salah seorang isterinya kemudian ada lelaki lalu dipanggil oleh Nabi SAW seraya berkata, "Ya Fulan, ini adalah isteriku Shafiyyah".

Membantu setiap muslim yang memerlukan pertolongan dan berusaha memenuhi pertolongan saudaranya itu sesuai kemampuannya:
"Sesungguhnya aku diberi dan diminta. Sering diminta kepadaku pertolongan sedangkan kamu ada di sisiku, maka ikutlah memberi bantuan agar kamu diberi pahala dan Allah SWT memutuskan apa yang dicintai-Nya melalui kedua tangan Nabi-Nya" (HR. Bukhari & Muslim)

Mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum berkata kepada muslim lain dan menjabat tangan ketika memberi salam itu:
"Jika salah seorang di antara kamu bertemu dengan saudaranya maka ucapkanlah, Assalamu'alaikum warahmatulLah" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi & an-Nasa'i)

"Tidaklah dua orang muslim bertemu lalu berjabatan tangan melainkan keduanya akan diampunkan (dosanya) sebelum mereka berpisah" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi & Ibnu Majah)

Menjaga kehormatan jiwa dan harta saudaranya sesama muslim dari kezaliman orang lain apabila dirinya mampu membela dan menolong serta mampu memperjuangkannya sebab itu merupakan kewajiban baginya:
"Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya maka dia akan terlindung dari api Neraka" (HR. Tirmidzi)

Menjawab ucapan muslim lain yang bersin:
"Seorang muslim yang bersin dijawab jika dia bersin tiga kali dan jika (lebih dari tiga kali) maka itu adalah penyakit flu" (HR. Abu Dawud)

Memberi nasihat kepada setiap muslim dan bersungguh-sungguh ingin selalu memberikan kegembiraan ke dalam hati setiap muslim itu:
"Sesungguhnya salah seorang di antara kamu adalah cermin bagi saudaranya, jika dia melihat sesuatu (pada saudaranya) maka hendaklah dia membersihkannya" (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Melawat muslim yang sakit:
"Siapa yang melawat orang sakit bererti dia duduk di taman-taman Syurga, jika dia hendak berdiri, maka ditugaskan tujuh puluh ribu malaikat yang mendoakannya sampai malam hari" (HR. al-Hakim)

Mengiringi jenazah orang muslim:
"Barang siapa yang mengiringi jenazah, maka akan mendapatkan pahala satu qirath. Jika dia berdiri sampai jenazah itu dikubur, maka dia mendapatkan pahala dua qirath" (HR. Bukhari & Muslim)

"Satu qirath seperti (berat/besarnya) bukit Uhud" (HR. Muslim)

Menziarah kubur orang muslim:
"Aku belum pernah melihat pemandangan yang lebih menakutkan dari kuburan" (HR. Tirmidzi, Ibnu Maajah, & al-Hakim)

30 May 2008

PEREMPUAN MELAYU TERAKHIR…..

Lima jam rusuhan kelmarin melibatkan hampir 100 pelajar sebuah kolej di Mantin dan penduduk sekitarnya. Isu politik?

Hanya gara-gara sekumpulan warga tempatan tidak berpuas hati hubungan seorang pelajar Afrika dengan wanita Melayu di situ sehingga mencetuskan pergaduhan dan menyebabkan cedera parah.

Menurut siasatan polis Negeri Sembilan, beberapa pelajar Melayu dan penduduk sekitar kolej yang tidak senang dengan hubungan tersebut menyerang lelaki Afrika itu.

Serangan sekumpulan 20 hingga 30 lelaki Melayu menyebabkan dua lagi rakan mangsa, juga dari Afrika, turut mengalami kecederaan.

"Seorang daripadanya dilaporkan parah selepas patah bahagian tangan, manakala dua lagi pelajar berkenaan dibenarkan pulang selepas dirawat sebagai pesakit luar di Hospital Tuanku Ja'afar," kata ketua polis negeri Datuk Osman Salleh.
 
Kejadian yang tercetus mulai jam 9.30 malam kelmarin berjaya dileraikan kira-kira 2.30 pagi, lapor Utusan Malaysia hari ini.

Semasa kejadian, beberapa kereta mengalami kerosakan dan sebuah pondok pengawal di hadapan kediaman pelajar dari benua itu turut dirobohkan, kata Osman.

Menurut polis, kedua-dua pihak bersenjatakan kayu dan kejadian itu dikelaskan sebagai merusuh. Mereka disiasat bawah Seksyen 148 Kanun Keseksaan. Bagaimanapun tiada tangkapan dibuat setakat ini.

Menurut akhbar itu lagi, hampir 50 pelajar Afrika berkumpul di hadapan flat kediaman mereka di sebuah taman perumahan di Mantin sambil memegang beberapa batang kayu besbol dan besi.

Mereka menjerit meluahkan rasa tidak puas hati apabila rakan-rakan mereka dibelasah sekumpulan lelaki Melayu.

Keadaan bertambah tegang sejurus selepas tengah malam apabila mereka enggan berganjak walaupun polis dan pengurusan kolej cuba menenangkan mereka.

Sebaliknya ada di antara mereka cuba bertindak agresif.

Suasana di luar kawasan kediaman yang berpagar itu pula menyaksikan, laporan itu dipetik, sekumpulan lelaki dan penduduk berhampiran berdiri di bahagian kanan jalan dan turut membawa kayu besbol yang diletakkan dalam semak dan dalam kereta mereka.

Insiden itu dapat dikawal apabila sepasukan polis yang diketuai timbalan ketua polis daerah Seremban, Supt. Azmi Abu Kassim berjaya berunding bersama wakil pelajar Afrika dan pengurusan kolej kira-kira pukul 2.30 pagi semalam.

29 May 2008

9 SEBAB HATI ANDA TIDAK BAHAGIA…




1. Pemarah paling mudah dikesan atau dilihat dan paling banyak di dalam diri manusia. Orang seperti ini jarang mendapat kawan dan hati tentunya tidak terang.

2. Pendendam tersembunyi iaitu ibarat mengumpul lahar di dalam dada. Orang seperti ini sentiasa mencari-cari peluang untuk membalas dendam hatta secara yang kecil-kecil sekalipun seperti sakitkan hati atau tempelak orang yang didendami itu. Sebab itu orang pendendam mudah kena sakit jantung.

3. Hasad dengki - amalanya hangus akibat hasad dengkinya itu kerana ia memiliki sifat ketuhanan.

4. Bakhil - sentiasa merasakan orang lain menginginkan harta,kesenangan, pangkat dll. dari dirinya. Contohnya sentiasa berdalih mengatakan ia tiada duit. (rezeki yang diberi oleh Allah elok dikongsi bersama..-derma) Allah lebih sayang orang yang fasiq tetapi pemurah tetapi benci orang yang abid tetapi bakhil. Kerana walaupun fasiq, pemurahnya itu tetap memberi manfaat pada orang lain kerana kadangkala rezeki itu Allah beri melalui maknusia

5. Tamak orang yang tidak puas dengan yang sedikit nescaya tidak akan puas dengan yang banyak kerana dunia ini ibarat meminum air laut...walau berapa banyak yg diminum tetap tak abis jugak...lagipun org tamak selalu rugi.. ** Ingat ! yang dikatakan harta atau rezeki kita bila ia dipakai atau digunakan oleh kita. Selagi tidak diguna iaitu disimpan, itu belum boleh dikatakan rezeki kita. (mungkin ada hak orang lain di situ) Biarlah rezeki itu sedikit tetapi mendapat keberkatan iaitu dapat dimanfaatkan.

6. Tidak sabar andainya perkara yang kecil pun tidak boleh bersabar apatah lagi hal-hal yang lebih besar. (oleh itu banyak2kanlah bersabar bila hadapi dugaan..cthnyer time keja banyak..tetap maintain vogue walau keja bertimbun atas meja..heh..heh..)

7. Ego - ibu segala mazmummah jadi ia membuatkan seseorang paling tidak tenang. Orang yang memiliki sifat ini pantang tercabar dari sudut zahir mahupun batin. (yg nie no komen).. pasal semua org ader egonya sendiri..cuma tinggi/rendah tahap keegoan tersebut...

8. Riak terseksa sendiri kerana sentiasa tercari-cari peluang untuk dipuji. Sentiasa berlakun-lakun di depan orang. Jika ia dipuji, ia akan menambah amalnya tetapi jika dikeji, ia akan mengurangkan amalnya. -Allah marah kalau kita riak..takabbur dgn aper yg kita ada...

9. Cinta dunia - tidak dapat menderita, ...dapat pun menderita kerana bila sudah dapat susah pula menjaganya. Berhartalah tidak mengapa tetapi kawal hati jangan diletakkan pada harta itu. biler mati cuma bawa amalan dan doa anak yg soleh/solehah... Cinta dunia merupakan "neraka dunia" kerana dunia itu "panas" akibat ia merupakan barang buruan dan rebutan. Jadi letakkanlah akhirat itu di hati dan dunia itu di tangan supaya dunia itu senang dibahagi-bahagi dan akhirat dibawa mati. Kesimpulan Jadi yang meragut kebahagiaan sebenarnya bukanlah secara TOTALnya disebabkan kemiskinan, musibah, kesibukan dllnya. tetapi ialah MAZMUMMAH.

Makin tinggi mazmummah seseorang, makin ia tidak BAHAGIA. Samada bermujahadah atau biarkan saja mazmummah itu, kedua-duanya tetap menderita tetapi andainya bermujahadah kita akan dibantu Allah dan akan bahagia jua akhirnya. So..sama-samalah kite sentiasa ingat mengingati antara satu sama lain...andai kita terleka dengan dunia ...buruklahh padahnya.

Wallahualam

28 May 2008

TIPS MENGURANGKAN KELETIHAN MATA…










Disebabkan terjumpa nota tentang penjagaan mata, makanya saya tulislah tentang mata di sini. Sebelum tu, saje je nak cerita.

  1. Bagi yang bekerja di pejabat, pastikan la bahagian atas skrin komputer tu rendah dari tahap pemandangan mata, so, kita taklah mendongak bila nak menaip kan…kalau tak, kita akan menyebabkan leher kita buat kerja lebih sedangkan pada masa2 biasa kita tidak mendongak


     

  2. Letakkan benda yang nak dirujuk dekat dgn skrin komputer sbb ini akan meminimakan pergerakan kepala dan mata akibat perubahan penumpuan. Kalau tak tu, terpaksa la angguk-angguk, geleng-geleng untuk menyiapkan keje. Kan letih tu…


     

  3. Kurangkan pantulan dan kilauan dari lampu bilik sbb kalau cahaya berlebihan sangat pun tarak elok jugak. Kena sedang2 elok je utk mengelakkan pedih mata.


     

  4. Bersihkan monitor komputer ni supaya tak berhabuk. Sbbnya kalau berhabuk sangat pun tulisan akan jadi kabur dan ini sangat menyukarkan kita buat keje. Seboleh daya, minimakanlah penyiksaan pada mata. Sian kat mata kalau kene buat keje lebih kan?


     

  5. Setiap 20 minit carilah sesuatu objek yang jauh dan tumpukan perhatian ke situ dalam 20 saat..Benda jauh tu mestilah dalam linkungan 20 kaki. Sebab dgn melakukan begini, kita akan merehatkan mata kita. Tau tak yang otot mata kita akan lebih relaks kalau kita melihat jauh?


     

  6. Kerapkan mengelip mata sebb dgn cara ni, air mata akan lebih menyelaputi kawasan mata dan menghilangkan ketidak selesaan pada mata…


     

  7. Ketika anda membaca atau mengadap skrin computer pastikan cahaya yang tidak terlampau malap dan tidak terlalu terang ( 50 % ). Hal ini kerana anak mata di tempat yang terang anak mata akan mengecil ( mudah le tidur… ) di tempat gelap anak mata membesar tapi awas ! cahaya mesti 50 %...


     

  8. Dari segi psikologi sekiranya kita membaca buku selepas 30 % fokus mulai menurun.. oleh itu cara terbaik lepas 30 minit… rehat 5 minit…sebaik – baiknya pejamkan mata…tapi jangan sampai 'landing'….SELAMAT MENCUBA….

TIPS MENGURUSKAN KEWANGAN…



















Langkah 1- Tentukan Matlamat Kewangan


Setiap kali kita buat sesuatu, tentu saja tidak lari dari perkataan MATLAMAT atau dengan bahasa kasarnya TUJUAN.

Matlamat kewangan seharusnya menggambarkan perkara yang ingin di kecapi dengan wang dalam jangka masa tertentu. Sebagai contoh mudah yang boleh di jadikan matlamat: 

  • membeli rumah ketika berumur 25 tahun
  • membeli kereta MPV ketika berumur 30 tahun
  • menunaikan ibadat haji ketika berumur 35 tahun
  • menikah lagi satu ketika berumur….(hampeh punya matlamat)

Langkah 2 - Menjejaki Mana Perginya Wang Anda


Setelah matlamat berada di dalam gengaman minda anda, mulakan hidup anda dengan membuat perancangan perbelanjaan harian anda agar matlamat anda mudah dicapai.

Sebagai contoh mudahnya, listkan perbelanjaan harian anda setiap bulan. Mulakan list perbelanjaan anda dengan panduan mudah berikut:

  • Tentukan jumlah pendapat bulanan anda
  • Tambah jumlah perbelanjaan termasuklah bil bulanan (telephone, streamyx, api, air), bayaran balik pinjaman (kereta, rumah), sewa (rumah), perbelanjaan seharian (tesco, giant, carrefour, pasar malam) dan lain-lain (tengok wayang, makan luar, minyak petrol, beli barang kemas, rokok..)
  • Ketepikan sejumlah wang untuk kecemasan dan perbelanjaan bermusim (seperti yuran sekolah, duit raya untuk musim perayaan, cukai jalan, pembaharuan insurans dan lain-lain) 

List ini boleh membantu anda mengenal pasti tabiat berbelanja sekaligus merancang kewangan anda. Selain itu melalui perancangan ini juga, anda dapat mengetahui:

  • Ke mana dan bagaimana anda membelanjakan wang anda?
  • Berapa banyak hutang tertunggak anda setiap bulan (hutang credit card, hutang kereta, hutang streamyx, hutang telephone…)?
  • Berapa baki wang gaji anda untuk di simpan yang masih tinggal di penghujung bulan?



Langkah 3 - Menilai Tabiat Berbelanja

Jika poket/ wallet anda sudah kering atau dengan kata mudahnya wang anda tidak berbaki pada penghujung setiap bulan, sudah tiba masanya untuk anda menilai dan menaaruf semula tabiat berbelanja anda dan seisi keluarga. Teliti semula semua perbelanjaan dan tentukan sama ada apa yang telah anda beli ialah barangan yang anda benar-benar perlukan atau hanyalah memenuhi keinginan nafsu serakah anda. 

Jika semasa sesi taaruf, anda dapati melakukan perkara-perkara di bawah…..

  • Menggunakan simpanan untuk membayar bil semasa
  • Memohon pinjaman baru untuk melangsaikan hutang pinjaman lama
  • Berhutang lebih besar daripada pendapatan
  • Membeli sesuatu tanpa memikirkan sama ada anda mampu atau tidak

……nasihat saya… insaf dan ubahlah tabiat berbelanja anda dan kurangkanlah perbelanjaan yang tidak-tidak itu.

24 May 2008

CABARAN INSTITUSI PERKAHWINAN….

















PERKAHWINAN dibina disebabkan pelbagai alasan. Apa pun alasan tersebut, tujuannya adalah untuk mencapai sebahagian daripada kesempurnaan hidup.

Perkahwinan yang dibina secara terpaksa, biasanya tidak kekal kerana tiadanya kesediaan untuk bertolak ansur atau saling memberi dan menerima.

Apabila pihak-pihak bersetuju untuk membina perkongsian hidup, setiap pihak akan menentukan sejauh mana kesediaan masing-masing untuk berkongsi dan bertasamuh.

Kesediaan ini bergantung kepada beberapa asas antaranya, tahap ilmu kekeluargaan, keimanan, sikap semula jadi, pengalaman hidup sebelum (termasuk pengalaman orang lain yang dijadikan panduan) dan tidak kurang juga penerimaan nasihat dan pengaruh orang di sekeliling dan dipercayai.


 

Perubahan gaya hidup semasa sangat memberi kesan kepada persepsi kebanyakan orang mengenai perkongsian hidup. Hakikat kehidupan masa kini sangat mencabar garis panduan yang dikemukakan syariah dalam menyusun kehidupan berkeluarga.

Contoh yang paling mudah apabila pengenalan tanggungjawab dan hak suami isteri secara tradisi dicabar dengan hakikat hari ini yang memperlihatkan kaum Hawa juga bekerja seperti kaum Adam. Kaum lelaki mula mempertikai secara akli tanggungjawab yang terpikul di atas bahu mereka selama berabad-abad.

Mereka bertanya, "Apakah adil dalam keadaan suami isteri bekerja bersama-sama, tetapi pendapatan yang diraih oleh kaum suami perlu diagih kepada pelbagai bentuk nafkah, tetapi sebaliknya, kaum isteri boleh menikmati pendapatan mereka secara mutlak? Kesediaan isteri untuk memberi sumbangan hanyalah atas dasar sukarela (tabarru'), tidak wajib walaupun sememangnya berpahala."

Sebaliknya, apabila isteri bekerja maka tugas-tugas yang secara tradisi dilakukan oleh kaum ibu telah berpindah tangan. Penyediaan keperluan rumah yang biasanya dilakukan secara manual oleh isteri telah diganti dengan pelbagai bentuk pilihan, antaranya oleh pembantu rumah, pembelian dari kedai, perkhidmatan secara bergerak, taman asuhan dan sebagainya.

Fenomena ini menimbulkan rungutan oleh kaum bapa yang sangat merindui hasil tangan isterinya. Sehingga sumbangan material atau kos lepas yang diberikan isteri daripada hasil titik peluhnya bekerja tidak mampu menyaingi hasil tangan isteri tersebut.

Fenomena ini secara zahir seolah-olah bertentangan dengan maksud Hadis riwayat al-Bukhari yang menyatakan bahawa kaum lelaki penjaga kepada ahli keluarganya dan isteri pula penjaga rumah tangganya.

Dalam kita mencari tokoh-tokoh wanita Muslim yang dijamin masuk ke dalam syurga, antaranya adalah dari kalangan mereka yang sangat patuh dan setia terhadap suami masing-masing.

TercabarDunia perkahwinan pada hari ini mungkin tercabar dengan kisah-kisah tradisi Islami yang kebanyakannya memperlihatkan tentang sifat wanita yang lembut atau naif, berbanding dengan sifat wanita hari ini yang jauh lebih canggih atau sofistikated.

Malah pandangan kaum lelaki semasa tentang wanita juga begitu ketara bezanya. Rata-rata lelaki pada hari ini lebih bangga sekiranya memiliki pasangan yang bukan sahaja cantik dipandang, tetapi mempunyai kedudukan dari segi sosial yang baik, berpendidikan tinggi, memiliki kerjaya yang mantap dan dipandang tinggi masyarakat.

Dari satu sudut yang lain pula dikatakan surirumah sepenuh masa mempunyai kebarangkalian yang lebih tinggi untuk mengalami kemurungan (depression) berbanding wanita yang mempunyai pekerjaan tertentu.

Sebaliknya, memiliki pekerjaan boleh dikatakan bahawa seseorang itu dapat meluaskan 'dunia hidupnya'; ada cabaran yang harus diselesaikan dan ia memberi kepuasan dan kebahagiaan selain imbuhan daripada penyelesaian terhadap masalah (tugas) tersebut.

Pekerjaan yang dimiliki memberikannya dunia perhubungan yang lebih luas dan hebat; pelbagai ragam manusia menjadi sebahagian daripada pengisian diari hidup dengan pelbagai corak dan warna.

Kemuncak kepada pekerjaan itu ialah pengiktirafan terhadap kewujudannya dalam dunia kerjaya yang diceburi dan ia metafora kepada kepuasan dan keceriaan minda dan emosi.

Malangnya, wanita yang sudah memiliki keluarga, cantik dan berjaya juga turut berdepan dengan cabaran yang tidak kurang hebatnya. Tidak sedikit wanita yang memiliki kelebihan-kelebihan ini sering didatangi dan didampingi lelaki-lelaki yang teruja terhadap wanita sebegini.

Ruang semakin besar untuk mendampinginya sekiranya rumah tangga mempunyai masalah, dan tentunya jati diri wanita tersebut semakin tercabar. Maka tidak hairan jika kajian menunjukkan bahawa sebahagian sebab, yang harus diberi perhatian, daripada perceraian yang berlaku antara pasangan adalah kerana pertelingkahan berlaku dalam rumah tangga tetapi perbincangan untuk mencari penyelesaian gagal untuk dilakukan. Dan pada masa yang sama orang ketiga menjadi pemangkin yang hebat dalam membesarkan belenggu rumah tangga.

Puteri Rasulullah SAW, Fatimah az-Zahrah bertanya kepada ayahandanya tentang wanita yang dijamin masuk syurga dan Baginda menunjukkan seorang wanita tanpa menceritakan ciri-ciri yang dimiliki oleh wanita tersebut. Demi mendapatkan jawapan, Fatimah menziarahi wanita itu dan melalui beberapa detik pengalaman.

Apa yang beliau dapati sebenarnya sangat mudah bagi seorang wanita yang menjadi isteri untuk memasuki syurga; menunggu kepulangan suami dari bekerja dengan penuh sabar dan bercantik-cantik untuk suami, mendapatkan izin daripada suami untuk membuat sebarang keputusan yang berkaitan dengan hak suami dan menawarkan diri untuk dihukum sekiranya pada anggapan suami, dia telah berbuat salah.

TradisiMalangnya, keadaan ini sangat dicabar oleh perubahan masa. Antara persoalan yang timbul, adakah disebabkan wanita mempunyai kebebasan untuk bekerja maka ia mengundang kepada kemungkinan yang besar untuk menjadikan wanita sebagai isteri yang tidak taatkan suami, dan yang jauh lebih buruk mengundang secara senyap kepada gejala sosial?

Adakah masyarakat akan menjadi lebih tenteram sekiranya wanita pada hari ini lebih digalakkan untuk memainkan semula peranan tradisi mereka? Dan kisah-kisah silam wanita yang bekerja atau menjadi usahawan juga kurang kita dapati dan ia tidaklah popular.

Bagaimana pula sekiranya negara memerlukan sumbangan kepakaran dalam bidang-bidang tertentu sekiranya kepakaran itu hanya dimiliki oleh orang tertentu dan mereka dari kalangan wanita?

Sehubungan dengan persoalan ini juga, bagaimana halnya bagi wanita yang memiliki kebijaksanaan yang tinggi untuk menyempurnakan kebijaksanaan mereka sekiranya kita bersetuju bahawa negara akan menjadi lebih aman apabila unit keluarga yang menjadi teras negara berada dalam bentuk institusi keluarga Islami secara tradisi?

Tidak dinafikan wujudnya wanita sebagaimana yang ditemui oleh Fatimah az-Zahrah dan rela dihukum oleh suami demi mendapatkan keredaan Allah SWT dalam hidupnya.

Namun, rata-ratanya kita pada hari ini lebih memilih prinsip hidup saling percaya-mempercayai dan hormat-menghormati kerana kita mempunyai ilmu tentang kebebasan asasi dan hak sama rata dan ia juga dilindungi oleh syariah.

Wanita hari ini sangat berharap agar kaum lelaki menghormati mereka dan harapan yang sangat tinggi itu lahir daripada keadaan yang kita lihat pada hari ini; begitu banyak perdayaan dan penganiayaan yang berlaku terhadap kaum wanita termasuk di kalangan isteri.

Semakin naif atau lurus wanita itu, maka semakin banyak penganiayaan yang diterimanya. Kenyataan ini tidaklah menafikan tentang wujudnya suami yang cedera parah kerana kezaliman secara jasmani oleh pihak wanita/isteri, tetapi kajian lebih banyak menunjukkan penganiayaan yang berlaku adalah di pihak yang satu lagi.

Saranan yang disediakan oleh agama Islam adalah seawal mencari pasangan hidup. Apabila Baginda Rasulullah SAW menyarankan kepada pemuda Muslim supaya mengutamakan agama sebagai syarat utama dalam mencari pasangan hidup, ia juga seharusnya dijadikan sebagai saranan yang popular kepada gadis Muslim.

Kini sudah tidak sesuai bagi kaum Hawa hanya menjadi penurut dengan anggapan keredaan itu adalah jambatan mutlak untuk meraih pahala di dunia.

Suami yang salih sebenarnya adalah wadah yang paling mudah bagi golongan wanita untuk mencari kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dan ia disokong oleh faham kufu yang dijelaskan secara terperinci oleh para ulama supaya kesaksamaan berlaku kepada kedua-dua belah pihak, suami dan isteri.

Sebenarnya, ada sesetengah perkara yang disyariatkan oleh Allah melalui Kitab-Nya yang harus diterima dengan penuh keimanan dan ketundukan. Apabila lelaki dipertanggungjawab oleh Allah sebagai ketua keluarga dengan beban tanggungjawab yang besar, seharusnya ia diterima tanpa sebarang pertikaian.

Hikmah yang tersembunyi di sebalik pertanggungjawaban tersebut melalui wahyu yang diturunkan tidak terjangkau oleh sifat munasabah akal manusia. Begitu juga sebaliknya bagi kaum Hawa pula, setinggi mana pangkat yang dikecapi, tinggi lagi makam syurga untuk dicapai

KAUNSELING SECARA ON LINE

Tidak dapat dinafikan teknologi maklumat melalui internet mencorak senario politik di negara ini.

Internet juga boleh mencorak budaya masyarakat di negara ini. Masyarakat dewasa ini dilanda dengan pelbagai penyakit masyarakat antaranya masalah sosial, penagihan dadah, konflik rumah tangga, dan masalah akidah.

Internet juga digunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan. Yang kerap menjadi mangsa golongan yang lemah dan mudah terpedaya terutamanya para remaja dan golongan wanita.

Tidak dapat dinafikan pihak jabatan agama Islam serta majlis agama Islam telah pun mempunyai khidmat kaunseling secara konvensional.

Akan tetapi dengan perkembangan teknologi terkini serta cabaran masa kini yang menyebabkan ramai remaja hanyut dengan kelekaan dan kealpaan, tidak dapat tidak, pihak Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim) serta majlis agama Islam negeri serta jabatan agama Islam negeri haruslah mengambil inisiatif untuk mengadakan perkhidmatan kaunseling dalam talian (online) secara percuma.

Perkhidmatan kaunseling maya ini penting kerana, budaya masa kini, kita dapati golongan remaja kurang berminat untuk mendapatkan khidmat nasihat daripada para ustaz dan ustazah di masjid, surau atau pejabat agama.

Mereka lebih gemar mendapatkan khidmat nasihat daripada kawan-kawan mereka secara dalam talian melalui ruang sembang di alam siber, e-mel dan sebagainya.

Jakim, dan jabatan-jabatan agama Islam tidak seharusnya menumpukan usaha dakwah dan khidmat nasihat di masjid semata-mata.

Mereka haruslah keluar daripada kepompong pendekatan konvensional dengan mengikuti perkembangan teknologi masa kini, demi menyelamatkan generasi umat Islam ketika ini yang hanyut dibawa arus pemodenan, hedonisma, hiburan melampau, pergaulan bebas dan sebagainya.

Apa yang menyedihkan terdapat laman web jabatan agama yang tidak dikemaskini dari masa ke semasa seperti laman web Jabatan Hal Ehwal Agama Islam Negeri Sembilan (http://www.ns.gov.my/jabatan/jheins/).

Kegagalan ini menunjukkan agensi kerajaan yang berkaitan untuk menjaga kepentingan umat Islam di negara ini tidak begitu bersungguh-sungguh menjalankan tanggungjawab mereka untuk menjaga kepentingan umat Islam.

Jakim bawah kepimpinan menteri yang baru iaitu Datuk Ahmad Zahid Hamidi haruslah mengorak langkah untuk mempelbagaikan lagi perkhidmatan untuk kepentingan umat Islam agar umat Islam dapat dijadikan contoh kepada penganut agama lain di negara ini secara khusus dan dunia secara amnya.


 

    Dalam menyahut cabaran perkembangan teknologi maklumat yang semakin pesat saya turut menyediakan sesi kaunseling secara online ( melalui yahoo messeger atau hotmail messenger – boleh dilaksanakan melalui sidang video ) anda boleh membuat temu janji untuk mengadakan sesi secara on line. Para pelawat blog ini boleh emailkan sebarang masalah dan kemuskilan melalui email : khairul_ippm@hotmail.com atau khairulippm@gmail.com .

ISU UNIFORM SEKOLAH...IPPM MACAM MANA ?










Cadangan dan gesaan Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia ( PKPIM ) terhadap Kementerian Pelajaran agar menukar baju putih yang menjadi uniform pelajar sekolah sebelum ini kepada pakaian berwarna agar tidak menarik perhatian mata lelaki yang mengundang jenayah seksual adalah suatu yang sangat baik dan wajar .  Saya menyokongan yang tinggi terhadap cadangan tersebut dan berharap agar pihak Kementerian Pelajaran segera mengambil tindakan sesuai dengan tuntutan agama yang mendidik agar kita senantiasa menutup apa jua ruang dan peluang yang menghela ke arah jenayah dan mungkar .

Peningkatan jenayah dan gangguan seksual dikalangan pelajar sekolah semakin parah dan membarah. Pihak Kementerian tidak sewajarnya memandang sebelah mata dan hanya mengeluh setiap kali kes baru membabitkan jenayah seksual pelajar sekolah dilaporkan.  Islam telah menggariskan etika berpakaian dan imej penampilan bagi mengurang dan mengelakkan jenayah seksual ini berlaku secara berleluasa.  Menutup aurat dan berpakaian sopan serta sesuai agar tidak menampakkan bentuk tubuh dan bayang pakaian dalam , adalah suatu yang asas dalam Islam bagi menjamin ketenangan dan keselamatan kaum wanita itu sendiri .  saya merasa sangat yakin bahawa apa yang telah dicadangkan oleh PKPIM itu bukan sahaja telah didahului oleh kajian dan penelitian terhadap kes yang berlaku tetapi juga mewakili keresahan dan kegelisahan ibubapa berkait dengan peningkatan kes cabul , zina ,salah laku dan rogol yang melibatkan pelajar sekolah .  

Uniform Baju putih sememangnya perlu dinilai semula kerana kini menjadi trend oleh sebahagian pelajar perempuan mengenakan pakaian dalam berwarna dan menyerlahkan bayang pakaian dalam mereka dan ia menarik perhatian lelaki yang rosak akhlak, bahkan terdedah kepada risiko berlakunya jenayah seksual ke atas diri mereka. Perkara seperti tidak boleh dianggap remeh dan dipandang kecil kerana ia boleh mengundang musibah .  Pihak Kementerian Pelajaran digesa membuat kajian semula terhadap uniform pelajar sekolah dengan mengambil kira cadangan dan pandangan dari pelbagai pihak . Saya mencadangkan agar Kementerian merujuk kepada para mufti atau ulama' untuk mendapatkan nasihat dalam perkara ini.  Bukan sahaja melibatkan soal pakaian tetapi sebaliknya turut menggesa agar satu langkah berkesan diambil oleh pihak Kementerian secara menyeluruh bagi menangani peningkatan kes gangguan dan jenayah seksual dikalangan pelajar sekolah.  Ianya pasti sahaja melibatkan soal pendidikan agama dan penghayatan serius terhadap amal Islami mesti diterapkan kepada pelajar sekolah disamping menyediakan persekitaran yang selamat dan aman dari anasir maksiat dan mungkar dikalangan pelajar.



Saya juga merasakan telah tiba masanya uniform kuning air pelajar IPPM turut ditukar..hal ini kerana isunya sama seperti di atas..walaupun guru pelatih golongan dewasa dan boleh berfikir bagaimana untuk mengelakkan agar pakaian mereka itu tidak kelihatan jarang...tetapi ada antaranya seperti sengaja seolah - olah ingin menayangkan koleksi baju dalam yang mereka miliki....Sebagai seorang bakal guru semestinya menunjukkan bukan sahaja tingkah laku dan akhlak yang mulia tetapi juga pakaian yang turut mencerminkan peribadi dan kualiti seorang bakal guru. Malah dari pemerhatian saya masih ada guru pelatih yang memakai 'baju adik' masa di dalam dan luar kampus IPPM walaupun tidak sampai peringkat nampak 'pusat bandar' dan 'Alor Gajah'.

NIPISNYA IMAN KENEGARAAN KITA….





 


MUNGKIN tidak ada seorang pun dari kira-kira 26 juta rakyat Malaysia menangis setelah menerima keputusan Mahkamah Keadilan Antarabangsa (ICJ) yang telah memutuskan bahawa Pulau Batu Putih kini sudah menjadi milik Singapura.


 

Bahkan mungkin ada rakyat Malaysia yang tidak menahu mengenai apa yang belaku di The Hague di Belanda hari ini. Apa itu Batu Puith atau Perda Blanca, atau di mana terletaknya South Ledge (Terumbu Karang Selatan) dan Middle Rock (Terumbu Karang Tengah).

Sebaliknya mungkin ada di kalangan rakyat negara ini yang tumpang bergembira dengan keputusan ICJ yang memberi hak kedaulatan Batu Putih kepada Singapura itu?

Rakyat negara kita bagaikan tidak peduli berhubung pertikaian ke atas pulau berkenaan yang berlaku sejak 28 tahun lalu. Generasi muda maupun generasi tua seakan membiarkan saja pertikaian itu kepada pihak kerajaan bersendirian tanpa ada usaha dan komitmen bersepadu daripada seluruh rakyat.

Misalnya kita tidak pernah terdengar rakyat negara ini bangkit menyatakan keprihatian mereka ke atas pulau berkenaan baik menerusi aksi fizikal maupun secara berdoa. Tidak ada apa-apa reaksi dalam hal ini.

Untuk sama-sama ke The Hague bagi mendengar perbicaraan tidak mungkin. Orang kita bukan saja miskin kewangan tetapi juga miskin semangat. Adakah mana-mana NGO kita yang kononnya kuat berjuang untuk nusa dan wangsa menghantar wakil ke Belanda?

Saya terkesan keimanan kita dalam menjaga watan ini sangat nipis dan naif. Bukan saja dari kalangan rakyat, tetapi pihak Kerajaan sendiri juga. Misalnya sebelum keputusan dibuat di Belanda petang tadi umat Islam yang baligh dan mukalaf ke masjid untuk sembahyang Jumaat tidak pun digerakkan untuk memberi sedikit perhatian kepada isu tuntutan bertindih Pulau Batu Putih itu.


 

Sepatutnya khutbah hari ini menyentuh mengenai apa yang bakal berlaku di Belanda itu. Para khatib patut membaca khutbah mengenai kedaulatan negara dan kasih kita kepada watan tujuannya memberi semangat dan rangsangan.


 



 

Tajuk khutbah di hari ini ialah "Cinta Terlarang" menghuraikan bahaya dan jijiknya cinta terlarang. Teks itu tidak sedikitpun menyentuh apa yang berlaku di Belanda. Khatib juga di dalam doanya sebelum mengakhiri khutbah tidak sedikitpun mendoakan meminta agar keputusan berpihak kepada kita.


 

Inilah yang saya katakan bangsa kita terlalu miskin iman terhadap negara baik di kalangan mat rempit maupun yang menjadi penunggu masjid. Keimanan masing-masing senipis kulit bawang? Apa salahnya kalau masjid mengajurkan solat hajat memohon agar keputusan ICJ berpihak kepada kita. Namun ini tidak pernah berlaku dan lupa untuk dilakukan. Apakah kita semua sudah tidak percaya kepada doa dan usaha secara kerohanian?